Lewati ke konten utama

Workflow: Pelaporan Pajak Bulanan

Panduan lengkap untuk mempersiapkan dan melaporkan SPT Masa PPN setiap bulan.

Overview

Pelaporan pajak bulanan mencakup:

  • Persiapan data dari Verto
  • Export untuk e-Faktur
  • Pelaporan SPT Masa PPN
  • Pembayaran pajak

Jenis Pajak yang Dilaporkan Bulanan:

  • SPT Masa PPN (PPN 11%)
  • SPT Masa PPh 21 (dari gaji karyawan - lihat modul Payroll)
  • SPT Masa PPh 23 (dari pemotongan jasa - jika ada)

Workflow ini fokus pada SPT Masa PPN yang paling umum.

Timeline Pelaporan PPN

Contoh: Masa Pajak Januari 2025

1-31 Januari:
• Transaksi bisnis berjalan
• PPN tercatat otomatis di setiap invoice

1-7 Februari:
• Persiapan data
• Export dari Verto
• Input ke e-Faktur DJP

Maksimal akhir Februari:
• Submit SPT ke DJP Online
• Bayar PPN Kurang Bayar (jika ada)
Deadline SPT Masa PPN

SPT Masa PPN harus dilaporkan maksimal akhir bulan berikutnya. Telat lapor kena denda Rp 500.000 per masa pajak.

Langkah 1: Persiapan Data di Verto

1.1 Review Transaksi Bulan Lalu

Cek Transaksi PPN:

  1. Buka Laporan Penjualan → Filter bulan lalu
  2. Pastikan semua invoice yang seharusnya kena PPN sudah dicentang PPN
  3. Buka Laporan Pembelian → Filter bulan lalu
  4. Pastikan faktur dari supplier PKP sudah dicentang PPN

Koreksi jika Ada Kesalahan:

  • Invoice sudah dibayar tapi PPN belum dicentang:
    • Edit invoice, centang PPN
    • Atau buat jurnal manual untuk koreksi
  • Faktur pembelian PPN-nya salah:
    • Edit faktur, koreksi nilai PPN

1.2 Verifikasi Master Data

NPWP Customer & Supplier:

  1. Buka Master Customer

  2. Cek customer yang bertransaksi bulan lalu

  3. Pastikan NPWP sudah diisi (wajib untuk PKP)

  4. Format NPWP: 00.000.000.0-000.000 (15 digit)

  5. Buka Master Supplier

  6. Cek supplier PKP yang ada faktur pajaknya

  7. Pastikan NPWP lengkap

Kenapa NPWP Penting?

NPWP diperlukan untuk input ke e-Faktur DJP. Tanpa NPWP, data tidak bisa diupload dan SPT tidak bisa dibuat.

Langkah 2: Export Data dari Verto

2.1 Export Faktur Pajak Keluaran

Untuk Data Penjualan:

  1. Cari dan buka Laporan Faktur Pajak Keluaran dari main form
  2. Pilih Periode:
    • Dari: 01/01/2025
    • Sampai: 31/01/2025
  3. Filter tambahan (opsional):
    • Customer: Semua atau spesifik
    • Status: Hanya yang sudah lunas atau semua
  4. Klik Proses atau Generate
  5. Klik Export to Excel
  6. Simpan file: Faktur_Pajak_Keluaran_Jan2025.xlsx

Kolom di Excel:

  • No Invoice
  • Tanggal
  • Customer (Nama)
  • NPWP Customer
  • DPP (Dasar Pengenaan Pajak - nilai sebelum PPN)
  • PPN 11%
  • Total (DPP + PPN)

Export Faktur Keluaran Gambar: Export Faktur Pajak Keluaran

2.2 Export Faktur Pajak Masukan

Untuk Data Pembelian:

  1. Cari dan buka Laporan Faktur Pajak Masukan dari main form
  2. Pilih Periode: Januari 2025
  3. Klik Proses dan Export to Excel
  4. Simpan file: Faktur_Pajak_Masukan_Jan2025.xlsx

Kolom di Excel:

  • No Faktur Pembelian (internal Verto)
  • No Faktur Pajak Supplier (dari faktur fisik)
  • Tanggal Faktur
  • Supplier (Nama)
  • NPWP Supplier
  • DPP
  • PPN 11%
  • Total
No Faktur Pajak Supplier

Pastikan No Faktur Pajak dari supplier sudah diinput di Verto saat entry pembelian. Ini wajib untuk input ke e-Faktur.

2.3 Cek Ringkasan PPN

Generate Laporan SPT Masa:

  1. Cari dan buka Laporan SPT Masa PPN dari main form
  2. Pilih Masa Pajak: Januari 2025
  3. Akan tampil ringkasan:
RINGKASAN SPT MASA PPN - JANUARI 2025

A. PPN KELUARAN (dari Penjualan)
DPP: Rp 500.000.000
PPN 11%: Rp 55.000.000

B. PPN MASUKAN (dari Pembelian)
DPP: Rp 300.000.000
PPN 11%: Rp 33.000.000

C. PPN KURANG BAYAR (A - B)
Rp 22.000.000

Status: KURANG BAYAR
  1. Print atau Export PDF untuk dokumentasi
  2. Cocokkan dengan data Excel yang sudah diexport

Langkah 3: Input ke e-Faktur DJP

3.1 Buka Aplikasi e-Faktur

Login e-Faktur Desktop:

  1. Buka aplikasi e-Faktur dari DJP
  2. Login dengan username & password PKP perusahaan
  3. Pilih database: ETAX-xxxxx

3.2 Import Faktur Pajak Keluaran

Posting Penjualan:

  1. Menu FakturFaktur Keluaran
  2. Klik Administrasi Faktur
  3. Buat Faktur Keluaran satu per satu atau:
  4. Import dari Excel:
    • Menu FakturImport
    • Pilih format CSV sesuai template DJP
    • Browse file yang sudah disiapkan
    • Klik Proses

Generate Nomor Faktur: 5. Pilih faktur yang sudah diinput 6. Klik Upload 7. Sistem e-Faktur akan generate Nomor Seri Faktur Pajak 8. Status berubah jadi Normal

Nomor Seri Faktur Pajak

NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) format: 000.000-00.00000000 Dikeluarkan otomatis oleh sistem e-Faktur saat upload.

3.3 Import Faktur Pajak Masukan

Posting Pembelian:

  1. Menu FakturFaktur Masukan
  2. Klik Pajak Masukan
  3. Input Manual atau Import:
    • Isi No Faktur Pajak dari supplier
    • Tanggal Faktur
    • NPWP Supplier
    • Nama Supplier
    • DPP & PPN
  4. Klik Simpan
  5. Ulangi untuk semua faktur masukan bulan ini

Dokumen Lain (opsional):

  • Jika ada impor barang, SSP, dll
  • Menu Dokumen Lain → Input sesuai jenis

3.4 Generate SPT Masa PPN

Posting SPT:

  1. Menu SPTPosting
  2. Pilih Masa Pajak: 01/2025
  3. Klik Posting SPT
  4. Sistem akan hitung otomatis:
    • Total PPN Keluaran
    • Total PPN Masukan
    • PPN Kurang/Lebih Bayar
  5. Review hasilnya - pastikan match dengan data Verto

Generate File SPT: 6. Setelah posting, menu SPTSPT Induk 7. Pilih masa pajak yang sudah diposting 8. Klik Setor (jika Kurang Bayar) atau Lebih Bayar (jika Lebih) 9. Generate CSV untuk upload ke DJP Online

Langkah 4: Submit ke DJP Online

4.1 Upload SPT

Login DJP Online:

  1. Buka https://djponline.pajak.go.id
  2. Login dengan NPWP & Password
  3. Menu Lapore-Filing

Upload SPT Masa PPN: 4. Pilih SPT Masa PPN 1111 5. Pilih Masa Pajak: Januari 2025 6. Upload file CSV dari e-Faktur 7. Review data yang terisi otomatis 8. Klik Submit

Bukti Penerimaan Elektronik: 9. Download BPE (Bukti Penerimaan Elektronik) 10. Simpan sebagai bukti lapor 11. Status SPT: Telah Dilaporkan

Langkah 5: Pembayaran PPN (jika Kurang Bayar)

5.1 Buat Kode Billing

Generate ID Billing:

  1. Login DJP Online
  2. Menu Bayare-Billing
  3. Pilih jenis pajak: 411211 (PPN Dalam Negeri)
  4. Masa Pajak: Januari 2025
  5. Jumlah Setor: Rp 22.000.000 (sesuai SPT)
  6. Klik Buat Kode Billing
  7. Catat ID Billing 15 digit

5.2 Bayar Pajak

Transfer Bank:

  1. Login internet banking atau ke ATM
  2. Menu Pajak atau MPN
  3. Input Kode Billing 15 digit
  4. Konfirmasi pembayaran
  5. Simpan BPN (Bukti Penerimaan Negara)

Alternatif:

  • Bayar di kantor pos
  • Bayar via teller bank
  • Bayar via mobile banking

5.3 Input Pembayaran di Verto

Catat Jurnal Pembayaran:

  1. Cari dan buka Jurnal dari main form
  2. Klik Baru
  3. Tanggal: Tanggal bayar pajak
  4. Entry jurnal:
    Debit:  2103. Hutang PPN       Rp 22.000.000
    Kredit: 1102. Bank BCA Rp 22.000.000
    Keterangan: Bayar PPN Masa Januari 2025
    No Ref: [ID Billing]
  5. Klik Simpan

Attach Dokumen:

  • Scan/foto BPN
  • Simpan di folder: \\Tax\\2025\\01-Januari\\BPN_PPN_Jan2025.pdf

Langkah 6: Dokumentasi & Arsip

6.1 Simpan Dokumen

Digital Archive:

\\Accounting\\Tax\\2025\\01-Januari\\
├── Faktur_Pajak_Keluaran_Jan2025.xlsx
├── Faktur_Pajak_Masukan_Jan2025.xlsx
├── Ringkasan_SPT_Masa_PPN_Jan2025.pdf
├── BPE_SPT_PPN_Jan2025.pdf
└── BPN_Pembayaran_PPN_Jan2025.pdf

6.2 Update e-Faktur dengan NSFP

Simpan NSFP di Verto (opsional):

  1. Setelah dapat Nomor Seri Faktur Pajak dari e-Faktur
  2. Update di Verto:
    • Edit invoice penjualan
    • Isi field No Faktur Pajak
    • Simpan
Benefit Update NSFP

Memudahkan tracking dan rekonsiliasi. Customer juga bisa minta cetak ulang invoice dengan NSFP resmi.

Checklist Pelaporan PPN Bulanan

Gunakan checklist ini setiap bulan:

Persiapan (H+1 s/d H+7 setelah akhir bulan)

  • Review semua transaksi bulan lalu
  • Cek PPN di invoice penjualan
  • Cek PPN di faktur pembelian
  • Verifikasi NPWP customer & supplier
  • Export Faktur Pajak Keluaran
  • Export Faktur Pajak Masukan
  • Generate Ringkasan SPT Masa PPN

e-Faktur (H+8 s/d H+20)

  • Login e-Faktur Desktop
  • Import/input Faktur Keluaran
  • Upload untuk dapat NSFP
  • Input Faktur Masukan
  • Posting SPT Masa PPN
  • Generate CSV SPT

Pelaporan & Pembayaran (H+21 s/d H+30)

  • Login DJP Online
  • Upload SPT via e-Filing
  • Download BPE
  • Buat Kode Billing (jika Kurang Bayar)
  • Bayar pajak via bank
  • Download BPN
  • Input jurnal pembayaran di Verto
  • Arsip semua dokumen

Tips & Best Practices

Disiplin Deadline:

  • Jangan tunggu akhir bulan untuk lapor
  • Target: Lapor maksimal tanggal 20 bulan berikutnya
  • Beri buffer untuk antisipasi masalah

Rekonsiliasi Ketat:

  • Total di Verto harus match dengan e-Faktur
  • Selisih Rp 1 pun harus dicek
  • Jika tidak match, trace dari sumber

NPWP Lengkap:

  • Update NPWP customer saat dapat
  • Koordinasi dengan sales untuk collect NPWP
  • NPWP supplier wajib diminta saat pertama transaksi

Koordinasi Tim:

  • Accounting: Handle data & upload
  • Admin: Collect faktur pajak dari supplier
  • Konsultan Pajak: Review & advice

Backup e-Faktur:

  • Backup database e-Faktur rutin
  • Simpan di external drive
  • Jika rusak, bisa restore

Troubleshooting

Data Tidak Match Verto vs e-Faktur:

  • Cek apakah ada transaksi yang tidak diexport
  • Cek pembulatan (Verto vs e-Faktur bisa beda 1-2 rupiah)
  • Rekalkulasi di Verto

NSFP Tidak Keluar:

  • Cek koneksi internet
  • Cek kuota NSFP (minta tambahan ke KPP jika habis)
  • Cek sertifikat digital expired atau tidak

SPT Ditolak DJP Online:

  • Cek format CSV sesuai dengan template terbaru
  • Cek NPWP valid
  • Cek masa pajak sudah benar

Salah Input, SPT Sudah Dilaporkan:

  • Lapor Pembetulan SPT (SPT Pembetulan 1, 2, dst)
  • Ulangi proses dari awal dengan data yang benar
  • Bayar/minta restitusi selisihnya

Next Steps